Jumat, 03 Februari 2017

Cara Mudah Membuat Hotspot Wi-Fi dari Laptop

cara membuat hotspot dari laptop

Zaman kini berubah. Internet kini juga bukan hanya sekedar keinginan semata, dan berubah menjadi kebutuhan primer para manusia di abad 21 ini. Manusia-manusia produktif dan kreatif memanfaatkan internet untuk meningkatkan ladang uang mereka.

Internet bukan hanya memudahkan. Internet lebih dari sekedar keinginan kecil untuk streaming YouTube dan buka media sosial. Internet itu lebih luas penggunaannya bagi seorang produktif dan kreatif.

Wi-Fi pun muncul. Seluruh sudut-sudut kota hampir memiliki hotspot public mereka sendiri. Manusia-manusia rumahan juga dapat menikmati Wi-Fi dengan berlangganan Wi-Fi rumahan, dengan sepuasnya. Sebagian orang lainnya menggunakan ISP biasa yang menyajikan pilihan paket kuota yang semakin mahal.

Bagi seorang produktif dan kreatif, yang tak punya cukup uang untuk berlangganan Wi-Fi rumahan, namun ingin mendapat koneksi internet yang sama di semua perangkatnya, di semua PC/laptop sekaligus smartphone-nya, maka mau tak mau ia harus membagi koneksi dari modem di laptopnya ke semua perangkat.

Dengan kata lain, ia membuat hotspot Wi-Fi-nya sendiri. Bukan dari smarpthone, tapi dari laptopnya. Karena satu-satunya koneksi internet yang bisa ia dapatkan hanyalah modem unlimited dengan FUP yang sangat kecil.

Tapi bagaimana cara membuat hotspot Wi-Fi sendiri di laptop?

Cara Membuat Hotspot Wi-Fi di Laptop

Satu-satunya cara untuk membuat hotspot Wi-Fi sendiri di laptop adalah dengan menggunakan mHotspot. mHotspot adalah salah satu aplikasi/software yang dapat menjadikan laptop sebagai hotspot Wi-Fi.

mHotspot sendiri dapat membuat hotspot Wi-Fi dari berbagai sumber jaringan. Mulai dari modem, ADSL, LAN, Ethernet, 3G/4G, Data-cards, dan Wi-Fi.

cara menjadikan laptop sebagai hotspot Wi-Fi

Hotspot yang dibuat oleh mHotspot dapat kita ubah nama dan password Wi-Fi-nya. Sama seperti hotspot dari router Wi-Fi pada umumnya. Kita tinggal diminta memilih sumber jaringan, lalu set nama dan password, lalu tinggal Start Hotspot untuk mulai membuat hotspot di PC/laptop.

Yang paling bagus dari aplikasi ini yakni gratis. Sobat tak perlu membayar hanya untuk menjadikan laptop sebagai hotspot Wi-Fi. Tak perlu...

Untuk men-download mHotspot, klik di sini.

Jumat, 02 September 2016

Jangan Shutdown, Lebih Baik Gunakan Sleep atau Hibernate

hibernate

Shutdown sudah menjadi cara lama untuk mematikan komputer. Di zaman laptop, shutdown tak akan lebih nyaman ketimbang melakukan sleep atau hibernate. Dengan sleep atau hibernate, pengguna justru mendapat manfaat yang akan menghemat banyak waktunya.

Sebenarnya laptop memang sudah didesain untuk sleep atau hibernate, ketika kita menutup layarnya. Dengan sleep atau hibernate, kita tak perlu repot-repot menunggu proses booting, membuka semua program yang diperlukan, membuka file dan dokumen berulang, atau persiapan lainnya yang hanya akan membuang waktu lebih.

Sleep dan Hibernate adalah Fitur Penting di Laptop

Laptop memiliki fitur khusus yang berguna. Komputer jinjing ini memang sudah disesuaikan khusus untuk memudahkan penggunanya. Selain bisa dibawa ke mana-mana, laptop tentunya juga memiliki fitur yang bisa diubah sesuai keinginan ketika kita menutup layar secara tiba-tiba, termasuk menekan tombol Power.

Sleep biasanya dimanfaatkan untuk melanjutkan pekerjaan yang baru saja ditunda setelah kita menutup layar, dan kita bisa mengaksesnya dengan cepat pula tanpa membuka ulang aplikasi. Ketika sobat secara tiba-tiba harus menutup layar laptop, maka sobat tak perlu khawatir untuk menutup aplikasi, dan bisa melanjutkan pekerjaan tanpa kehilangan datanya.

Hibernate sendiri digunakan sama seperti shutdown, namun fungsinya tetaplah sama ketika sobat melakukan sleep. Hibernate lebih menghemat baterai – jika sobat meninggalkan laptop dalam keadaan sleep, maka baterai sedikit demi sedikit terkuras. Namun biasanya akan mengubah keadaannya secara otomatis menjadi hibernate dalam beberapa jam, sehingga baterai tak lagi terkuras.

Cara Mengatur Sleep dan Hibernate – Manual dan Otomatis

Ketika menutup layar secara tiba-tiba, orang biasanya berpikir pekerjaannya hilang tak tersimpan. Namun kecemasan ini sia-sia – kenyataannya laptop secara default menyimpan pekerjaan yang baru saja dikerjakan ketika pengguna menutup layar. Dan secara default, ketika tombol Power ditekan, laptop akan shutdown otomatis, dan masih ada orang yang berpikir itu berbahaya.

Semua itu bisa diubah. Sobat bisa mengubah apa yang akan terjadi ketika sobat menekan tombol Power di keyboard, menekan tombol Sleep (seperti Fn+F4), dan menutup laptop. Tombol Power tak selalu soal shutdown, kita bisa mengubahnya menjadi sleep, hibernate, atau matikan layar saja. Begitu pula dengan tombol Sleep dan fungsi ketika layar ditutup.

Buka Control Panel > Hardware & Sounds > Power Options > System Settings. Ganti ketiga fungsi tersebut – apa yang akan terjadi ketika sobat menekan tombol Power, Sleep, atau ketika sobat menutup layar laptop. Pilihan tersedia ketika menggunakan baterai atau sedang charging.

Sobat juga bisa menggunakan fitur Windows itu sendiri untuk Shutdown, Sleep, atau Hibernate, ketimbang menggunakan tombol hardware. Khusus untuk Hibernate, sobat perlu menampilkannya di menu Power. Lalu ketika semua selesai, klik Save changes.

Sleep Boros Baterai, Hibernate Lebih Hemat

Ternyata fitur sleep juga memiliki dampak yang kurang menyenangkan. Di balik kecepatannya, fitur sleep menguras baterai sedikit demi sedikit, ketika laptop dalam keadaan itu. Namun biasanya, laptop akan melakukan hibernate secara otomatis dalam beberapa jam, dan tak lagi menguras baterai.

Kenapa sleep menguras baterai? Itu karena sleep memang difungsikan demi kecepatannya. Sleep menyimpan data saat laptop masih aktif (hidup), namun terlihat mati. Namun kelemahan fitur sleep ini sebanding dengan kecepatannya, sobat akan jauh lebih cepat menyalakan kembali laptop dengan sleep ketimbang hibernate.

Jika sobat mempertimbangkan daya baterai, maka akan lebih baik langsung selalu menggunakan hibernate. Tentu saja, dalam keadaan tertentu, seperti proses penginstalan Windows Update, maka sobat perlu melakukan shutdown sepenuhnya dan booting ulang demi kelancaran proses penginstalan. Namun menggunakan hibernate ketika kegiatan biasa akan sangat berguna.

Aman?

Sobat mungkin pernah berpikir laptop selalu perlu booting sepenuhnya, mati sepenuhnya, ketika menggunakannya. Namun itu tak perlu dicemaskan – sobat akan tetap lancar menggunakan laptop tanpa shutdown sepenuhnya dan tanpa booting sepenuhnya. Jadi, sleep atau hibernate pun sudah cukup.

Hardware laptop lama, mungkin bisa saja memiliki masalah dalam hal ini. Tidak ada yang bisa menjamin, kecuali sobat mengenali sepenuhnya laptop sobat sendiri. Laptop keluaran terbaru seharusnya tak memiliki masalah dengan driver ketika sleep atau hibernate. Itu juga menjadi alasan kenapa sobat wajib selalu update Windows dengan Windows Update.

Intinya, sleep atau hibernate jadi pilihan yang lebih menyenangkan, menghemat waktu dan membuat nyaman dalam bekerja. Persiapan pun tak lagi perlu dilakukan. Semua tinggal tutup layar, dan kembali buka layar, tanpa cemas pekerjaan hilang tak tersimpan.

Senin, 18 Juli 2016

Cara Membuat Auto Shutdown Sendiri dengan Fitur Bawaan Windows Ini

shutdown otomatis windows

Windows sendiri ternyata punya satu fitur yang fungsinya melakukan suatu perintah secara otomatis, termasuk Shutdown. Namanya Task Scheduler.

Nah, dengan aplikasi bawaan Windows ini, sobat tak perlu aplikasi pihak ketiga hanya untuk melakukan shutdown otomatis.

Cara Membuat Auto Shutdown dengan Task Scheduler

Cari Task Scheduler melalui Start.

task scheduler

Setelah Task Scheduler terbuka, klik menu “Action” > Create Basic Task.

Kemudian muncul kotak dialog baru. Buat nama pada task yang dibuat, misalnya “Shutdown Otomatis”. Next.

Pilih kapan saja task akan berjalan. Sebagai contoh, saya pilih “Daily” agar komputer shutdown secara otomatis setiap hari. Next.

Pilih tanggal dan waktu untuk shutdown otomatis. Next.

Pilih Start a program. Next.

Browse, cari shutdown.exe. Lalu beri /s pada “Add arguments”. Next.

Kemudian muncul jendela konfirmasi. Klik Finish.


Selesai. PC akan melakukan shutdown atau mati dengan sendirinya pada waktu yang telah sobat tentukan.

Senin, 02 Mei 2016

ReadyBoost, Mengubah Flashdisk 'Menjadi' RAM Tak Akan Menambah Kinerja PC


Jika sobat telah lama berkutat dengan komputer, maka pasti kenal dengan ReadyBoost. ReadyBoost adalah salah satu fitur Windows sejak Windows Vista, yang digunakan untuk mengubah kapasitas flash drive menjadi tambahan virtual RAM untuk Windows, demi mempercepat kinerja PC. Namun, sebagus apakah ini?

Apa ReadyBoost itu dan apa fungsi sebenarnya?

Mengubah flashdisk menjadi RAM untuk meningkatkan kinerja PC, ternyata hasilnya tak seindah yang dibayangkan. Jika sobat menggunakan PC dengan RAM yang cukup (misalnya di atas 2GB), maka hasil dari mengubah flashdisk menjadi RAM tidak akan terasa. Mengapa?


Kita mulai dari RAM dulu. Ketika pengguna membuka suatu aplikasi, maka aplikasi itu akan membuat bermacam-macam data sementara. Data itu disimpan di RAM sebagai cache. Semakin sering aplikasi tersebut dibuka, maka cache akan semakin banyak, dan semakin memenuhi kapasitas RAM. Ketika aplikasi itu dibuka kembali, maka ia akan berjalan lebih ringan, lebih cepat. Karena datanya gampang dimuat, yakni dari cache RAM. Aplikasi itu tak perlu ribet memuat data dari harddisk yang sangat luas.

Makanya, membersihkan data RAM justru memperlambat kinerja komputer, dan akan membebankan harddisk, ketika sobat membuka aplikasi yang berat. Windows sejak Windows Vista, memiliki teknologi yang disebut SuperFetch. Ini berguna untuk membantu Windows mengelola cache RAM agar lebih responsif terhadap aplikasi yang sering digunakan. Yang sering digunakan, maka akan dimuat cache-nya lebih banyak sehingga aplikasi akan berjalan lebih lancar.

Tak ada gunanya mengubah flashdisk menjadi RAM tambahan

Nah, saat flashdisk dihubungkan, dan dijadikan virtual memory dengan ReadyBoost, Windows akan memuat sebagian data sementara hasil olah SuperFetch di situ, maka RAM akan sedikit lebih bebas. Tentunya, aplikasi yang dibuka akan lebih cepat jika memuat data dari flashdisk ketimbang harddisk.

Namun, memuat data sementara dari RAM, itu lebih cepat ketimbang memuat data sementara dari flashdisk, yang sudah dijadikan virtual memory tersebut. Inilah penyebab jika menggunakan ReadyBoost untuk menjadikan flashdisk sebagai RAM tak akan terasa hasilnya. Kinerja PC justru menjadi lebih lambat.

Hasil akan terasa, meski pun sedikit, jika sobat menggunakan PC dengan RAM yang sangat-sangat sedikit (512MB mungkin, atau 1GB), dan itu pun belum tentu. Semakin banyak kapasitas RAM (4GB dan seterusnya), maka hasil semakin tak terasa. Perlu diketahui, Windows sendiri hanya membutuhkan setidaknya 2GB RAM, termasuk Windows 10.

Hasil juga ditentukan oleh kecepatan flashdisk yang digunakan. Jika sobat menggunakan flashdisk lama, hasil nyolong, kinerjanya sangat lambat, maka itu juga akan menentukan hasil yang didapatkan dengan ReadyBoost. Bukannya kinerja lebih cepat saat multitaskting, malah frustrasi karena kinerjanya jadi lebih lambat.

Lalu apa solusinya?

Mau kinerja PC meningkat? Ya upgrade RAM!

Jika sobat ingin mempercepat kinerja PC, maka sebaiknya meng-upgrade RAM, dari 2GB ke 4GB misalnya. Menjadikan flashdisk sebagai memory tambahan tak akan banyak membantu. Kalau pun membantu, maka hasilnya hanya sedikit terasa. Kinerja PC akan sama saja. Kecuali jika menggunakan PC dengan RAM yang sedikit dan mengaktifkan ReadyBoost.

Singkatnya, menjadikan flashdisk sebagai virtual memory tidaklah benar-benar membantu – tidak akan meningkatkan kinerja PC. Jika ya, maka perbedaannya tak akan terlalu terasa. Kinerja PC akan terasa tetap sama seperti sebelumnya, mengubah kapasitas flashdisk sebagai virtual memory. Kecuali, jika PC sobat menggunakan RAM yang sangat sedikit (misalnya 512MB, atau 1GB), kemudian menggunakan flashdisk sebagai RAM, maka akan terasa perbedaannya, meski belum tentu. :3

Jumat, 15 April 2016

Cara Matikan Efek Visual/Animasi Windows 10, 7, 8, 8.1


Setiap versi terbaru Windows dirilis, akan ada hal-hal baru. Jika sobat memperhatikan, ada efek visual atau animasi yang mengalami peningkatan, khususnya Windows 10, lebih berkesan modern, “manis”, dan sederhana – tak perlu efek khusus yang berlebihan. Namun, efek visual juga bisa menjadi salah satu penyebab kinerja PC yang menurun, dan agak menguras baterai laptop.

Untuk meningkatkan kinerja dan performa dari PC/laptop, mematikan animasi atau efek visual Windows adalah pilihan tepat, yang bisa dilakukan tanpa memerlukan biaya. Cukup beberapa klik, sobat bisa mengubah efek visual yang dapat tampil atau bahkan mematikan semua efek visual/animasi Windows.

*Ini bisa dilakukan di semua versi modern Windows, Windows 10, 7, 8, 8.1.

Cara Mematikan Efek Visual/Animasi Windows

Performance Options (Windows 10, 7, 8, 8.1)

Windows 7, 8, 8.1, dan sekarang Windows 10, memiliki settings yang sama untuk mengatur efek visual apa yang bisa tampil, di taskbar, Start menu, desktop, window, atau hal lainnya – semua bisa diatur di sini. Settings ini cukup luas untuk mengatur efek visual Windows, dan ini bisa dilakukan di Windows 7, 8, 8.1.

Untuk menemukan settings ini, cukup cari dengan kata kunci “performance”. Menggunakan apa untuk mencarinya? Sobat bisa menggunakan Cortana (Windows 10), atau Start menu/screen di Windows 7, 8, atau 8.1 sobat. Tinggal ketik di kotak pencarian.

efek visual

Sobat akan menemukan hasil pencarian “Adjust the appearance and performance of Windows”. Buka itu untuk mengatur efek visual Windows.

Sekarang sobat bisa mengatur, mematikan, atau menyalakan salah satu atau semua efek visual Windows. Tinggal cek dan hilangkan tanda cek pada opsi efek visual yang ingin dinyalakan atau dimatikan.


Settings (Windows 10) atau PC Settings (Windows 8/8.1)

Windows 10 membawa fitur Settings, aplikasi yang tampaknya akan menjadi pengganti Control Panel. Tampilannya yang simpel akan memudahkan sobat untuk mengatur bagaimana Windows bekerja, termasuk untuk mengatur efek visual.

Buka Start. Pilih Settings.


Masuk ke Ease of access > Other. Untuk mematikan animasi/efek visual, semuanya, klik tombol menjadi off.


Membuat komputer bekerja optimal adalah usaha yang tepat. Mematikan atau menghilangkan sebagian efek visual Windows adalah cara tepat yang sederhana. Ini akan meningkatkan kinerja, untuk pengguna laptop, ini bisa menghemat daya baterai guna bekerja lebih lama.

Selasa, 05 April 2016

Cara Mengecek Kondisi RAM dengan Windows Memory Diagnostic

windows memory diagnostic

Komputer yang berjalan secara tidak normal akan sangat menyebalkan. Mulai dari freez/hang, restart dengan sendirinya, hingga menampilkan BSOD. Jika itu terjadi, kamu mungkin perlu mengecek kondisi hardware. Kondisi hardware yang tidak memungkinkan bisa menyebabkan masalah yang fatal. RAM adalah salah satunya, dan kamu mungkin perlu mengecek kondisinya.

Jika masalah itu hanya karena driver yang kurang mendukung, kamu masih beruntung. Jika hardware itu (RAM) yang rusak, kamu mungkin perlu menggantinya, dan itu tentunya memerlukan biaya tambahan. Sangat penting untuk mengecek kondisi RAM.

Untuk mendiagnosis salah satu hardware yang sangat penting ini, RAM, kamu bisa menggunakan Windows Memory Diagnostic. Ini adalah fitur bawaan Windows yang akan sangat berguna untuk memeriksa kondisi RAM. Windows sendiri akan memberi tahu pengguna jika ada yang salah dengan PC mu untuk menjalankan Windows Memory Diagnostic.

Menjalankan Windows Memory Diagnostic

Windows memory diagnostic tersedia di Windows 10, 7, 8, dan 8.1. Untuk memeriksa kondisi RAM dengan Windows Memory Diagnostic, buka itu melalui Start menu, dan cari melalui kotak telusurnya. Pengguna Windows 10 bisa menggunakan Cortana untuk membukanya.

cortana

Setelah membuka Windows Memory Diagnostic, pilih apakah kamu ingin langsung restart dan melakukan diagnosis, atau restart nanti saja.

PC akan me-restart secara otomatis, dan melakukan diagnosis untuk mengetahui kondisi RAM. Ini akan berlangsung dalam beberapa menit, bergantung pada spesifikasi (mungkin).

Setelah selesai, PC akan kembali restart secara otomatis.

Mengecek Hasil Diagnosis

Hasil bisa dilihat di event viewer. Kamu bisa membukanya dengan cara yang sama.

Masuk ke Windows Log > System. Lalu pilih Filter Current Log.

event viewer

Pada event source, pilih memory diagnostic result. Pilih ok.

Klik ganda pada event yang berupa hasil diagnosis.


Huft. Tampaknya RAM saya baik-baik saja.


Lalu bagaimana dengan hasil diagnosismu?