Jumat, 21 Februari 2020

Apa itu vlan dan Fungsinya

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kali ini saya akan berbagi tentang vlan. Apa itu vlan ? kegunaanya untuk apa? dan apa keuntungannya menggunakan vlan?

A. Pengertian
Vlan (Virtual Local Area Network) adalah sekelompok perangkat yang terdapat pada satu kabel lan yang memiliki beberapa network yang berbeda yang dihubungkan dalam satu kabel. Vlan juga dapat diartikan sebagai suatu model jaringan yang tidak terbatas pada lokasi fisik seperti lan. karena vlan bersifat virtual yang tidak dapat dilihat secara fisik. Vlan juga dapat diibaratkan sebagai kabel yang terdapat di dalam kabel lan.

B. Latar Belakang
Dalam era sekarang, Jaringan komputer mengalami perkembangna yang sangat pesat, perkembangan itu terdapat pada software, dan hardware, oleh karena itu brainware juga harus perkembang agar tidak tertinggal dengan perkembangan software maupun hardware. Seiring dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna jaringan yangmenginginkan suatu bentuk jaringan yang dapat memberikan hasil maksimal baik dari segi efisiensi maupun peningkatan keamanan jaringan itu sendiri.
Berlandaskan pada keinginan-keinginan tersebut, maka upaya-upaya penyempurnaan
terus dilakukan oleh berbagai pihak. Dengan memanfaatkan berbagai tekhnik
khususnya teknik subnetting dan penggunaan hardware yang lebih baik
(antara lain switch) maka muncullah konsep Virtual Local Area Network (VLAN)
yang diharapkan dapat memberikan hasil yang lebih baik dibanding
Local area Network (LAN).

C. Maksud dan Tujuan
 Vlan memiliki banyak kegunaan salah satunya adalah untuk menghubungkan virtual machine dengan perangkat router agar bisa diremote oleh adminnya.

D. Pembahasan

Cara Kerja
VLAN diklasifikasikan berdasarkan metode (tipe) yang digunakan untuk mengklasifikasikannya, baik itu menggunakan port, MAC address, dsb. Semua informasi yang mengandung penandaan/pengalamatan suatu VLAN (tagging) disimpan pada suatu database, jika penandaannya berdasarkan port yang digunakan maka database harus mengindikasi port-port yang digunakan VLAN.
 Vlan Digunakan untuk meminimalisir  terjadinya konflik ip yang terlalu banyak,dan mencegah terjadinya tabrakan domain.

Kelebihan menggunakan Vlan
1. Keamanan yang tinggi
Administrator akan dapat memiliki kontrol ternhadap setiap port dan user dengan cara membuat VLAN dan menciptakan banyak kelompok broadcast, dengan demikian user tidak akan bisa lagi dengan leluasa untuk menghubungkan work station mereka ke sembarang port pada swich dan memperoleh akses ke sumber daya network.
 2. Biaya yang dibutuhkan sedikit
Kita dapat menghemat biaya karena vlan hanya menggunakan satu kabel lan yang kabelnya tersebut dapat menjadi media perantara jaringan yang berbeda subnet.
3. Peningkatan Kinerja Pekerja IT
Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama.

Kekurangan menggunakan Vlan
1. Ketika mengunakan broadcast semua end devices menerima data
2. Jika Jumlah host banyak maka jumlah DHCP akan berantakan

E. Kesimpulan
Jadi Vlan digunakan untuk membuat sambungan lan secara virtual yang haya menggunakan satu kabel dan bisa menghubungkan banyak subnet yang berbeda.

Sekian Pembahasan saya tentang Vlan, Jika ada yang kurang jelas silahkan bertanya di komentar.

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Kamis, 13 Februari 2020

Pengertian DNS secara umum

Assalamualaikum Wr. Wb.

Kali ini saya akan memposting tentang pengertian DNS secara umum.

A. Pengertian

DNS adalah suatu protocol yang menerjemahkan ip kedalam teks agar dapat di akses oleh pengguna internet. DNS ini bekerja pada layer aplikasi

B. Latar Belakang

Untuk mempermudah pengguna internet dalam menentukan alamat yang ingin di akses. DNS ini menerjemahkan alamat ip ke dalam teks.

C. Maksud dan Tujuan

DNS digunakan untuk menerjemahkan alamat ip address ke dalam nama domain.

D. Pembahasan

DNS
Domain Name System (DNS) adalah sistem penataan terdesentralisasi hirarkis untuk komputer, layanan, atau sumber daya lain yang terhubung ke Internet atau jaringan pribadi. Ini mengaitkan berbagai informasi dengan nama domain yang ditugaskan ke masing-masing entitas yang berpartisipasi. Yang paling mencolok, ia menerjemahkan nama domain yang lebih mudah diingat ke alamat IP numerik yang diperlukan untuk menemukan dan mengidentifikasi layanan dan perangkat komputer dengan protokol jaringan yang mendasarinya. Dengan menyediakan layanan direktori terdistribusi di seluruh dunia, Domain Name System merupakan komponen penting dari fungsionalitas di Internet, yang telah digunakan sejak tahun 1985.

Domain Name System juga menentukan fungsionalitas teknis dari layanan database yang berada pada intinya. Ini mendefinisikan protokol DNS, spesifikasi terperinci dari struktur data dan pertukaran komunikasi data yang digunakan di DNS, sebagai bagian dari Internet Protocol Suite. Secara historis, layanan direktori lain yang mendahului DNS tidak terukur ke direktori besar atau global karena pada awalnya berbasis pada file teks, file host secara mencolok.

Fungsi Domain Name Service (DNS)
Analogi yang sering digunakan untuk menjelaskan Sistem Nama Domain adalah berfungsi sebagai buku telepon untuk Internet dengan menerjemahkan hostname komputer yang mudah digunakan ke dalam alamat IP. Misalnya, nama domain www.example.com diterjemahkan ke alamat 93.184.216.119 (IPv4) dan 2606: 2800: 220: 6d: 26bf: 1447: 1097: aa7 (IPv6). Tidak seperti buku telepon, DNS dapat diperbarui dengan cepat, sehingga lokasi layanan di jaringan berubah tanpa mempengaruhi pengguna akhir, yang terus menggunakan nama host yang sama. Pengguna memanfaatkan ini saat mereka menggunakan Entizen Resource Locators (URL) yang tidak berarti, dan alamat e-mail tanpa harus mengetahui bagaimana komputer benar-benar menemukan layanan tersebut.

Fungsi penting dan di mana-mana dari DNS adalah peran utamanya dalam layanan Internet terdistribusi seperti layanan awan dan jaringan pengiriman konten. Saat pengguna mengakses layanan Internet terdistribusi menggunakan URL, nama domain dari URL tersebut diterjemahkan ke alamat IP server yang bersifat proksimal ke pengguna. Fungsi utama DNS yang dieksploitasi di sini adalah bahwa pengguna yang berbeda dapat secara bersamaan menerima terjemahan yang berbeda untuk nama domain yang sama, titik kunci penyimpangan dari tampilan buku telepon tradisional DNS.

Cara Kerja DNS

cara kerja menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

Selasa, 25 Desember 2018

Troubleshooting Jaringan dan Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN


Troubleshooting Jaringan dan Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN - Dalam pemeliharaan suatu Jaringan Komputer pasti akan menemukan suatu keadaan dimana Jaringan tidak berjalan sebagaimana semestinya. Nah, pada saat itulah seorang Admin jaringan harus segera menemukan inti masalah pada jaringan tersebut. Kegiatan ini yang dinamakan Troubleshooting Jaringan. 

Troubleshooting Jaringan dan Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN

Apa itu Troubleshooting Jaringan? Sebelum melakukannya kita harus paham hakikat Troubleshooting Jaringan. Selain itu kita juga harus tahu betul bagaimana keadaan jaringan yang dianggap sebagai keadaan normal sebelum terjadi perubahan yang tidak wajar. maka dari itu disini saya akan mengulas tentang hakikat Troubleshooting Jaringan serta Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN. Berikut adalah ulasannya.

Troubleshooting Jaringan

Troubleshooting adalah melakukan serangkaian langkah langkah untuk meminimalisir kesalahan dari satu per satu tahap hingga akhirnya menemukan pokok permasalahan yang harus diperbaiki. Jadi jika diaplikasikan pada jaringan, Troubleshooting Jaringan adalah melakukan serangkaian langkah langkah untuk menemukan permasalahan yang ada pada jaringan dimulai dari satu tahap ke tahap berikutnya hingga akhirnya kita mampu menemukan pokok masalah yang harus kita perbaiki agar jaringan tersebut bisa berjalan sebagaimana semestinya.

Jadi intinya Troubleshooting jaringan itu adalah melakukan kegiatan untuk menganalisa jaringan, menemukan masalah yang terjadi pada jaringan kemudian memperbaiki permasalahannya sehingga jaringan dalam keadaan normal kembali.

Pemecahan Masalah pada Lapisan Fisik LAN

1. Lapisan Fisik LAN

Lapisan Fisik pada Lapisan LAN ini sering kita sebut sebagai Lapisan OSI ( Layer OSI) yang mana terdiri dari 7 Layer. Lapisan Fisik adalah keseluruhan komponen yang membentuk jaringan itu sendiri. Berikut adalah urutan, fungsi serta contoh pada masing masing layer.
LAYER FUNGSI CONTOH
Application (7) Mendukung aplikasi untuk dapat berkomunikasi melalui jaringan SMTP
Presentation (6) Merubah data agar dapat dikenali oleh penerima JPG,GIF,HTTPS
Session (5) Membuat koneksi dan memutuskannya jika seluruh data telah dikirim NetBIOS,PPTP
Transport (4) Mengatur flow control, acknowledgment dan mengirim ulang data apabila diperlukan TCP, UDP
Network (3) Memberikan alamat jaringan pada paket Router, Layer-3 Switch
Data Link (2) Memberikan MAC Address pada paket Switch
Physical (1) Mengirim data melalui media transmisi jaringan Hub, NIC,Kabel

2. Pemecahan Masalah pada Lapisan Fisik LAN

Masalah pada Lapisan Fisik LAN sangat bermacam-macam,bisa pada saat pemasangan/perancangan/pembuatannya semua memiliki potensi membuat masalah pada lapisan fisik LAN. Maka dari itu perlu kita lakukan beberapa kegiatan kegiatan berikut untuk meminimalisir kesalahan pada lapisan fisik pada saat pembangunannya. 
A. Pendokumentasian Jaringan
Pada saat kita membangun sebuah jaringan maka kegiatan Pendokumentasian sangatlah penting kita lakukan karena ini akan memudahkan kita dalam melakukan Troubleshooting Jaringan apabila jaringan terdapat kesalahan. Kegiatan Pendokumentasian Jaringan diantaranya, sebagai berikut:
  • Pemberian identitas pada setiap kabel.
  • Kemudian membuat gambar seluruh kabel yang ada dan terhubung dalam jaringan.
  • Membuat daftar dari seluruh alat yang terhubung dalam port switch dan Hub.
B. Menggunakan Standar Pengkabelan
Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam perbaikan yang dilakukan oleh teknisi yang bukan memasangnya.
Masalah-masalah yang sering terjadi dalam lapisan LAN 
  • Kegagalan Kabel.
  • Kerusakan pada Kabel dan Konektor
  • Gangguan atau kerusakan pada alat penghubung Jaringan yaitu Switch dan Hub.
Sekian bahasan tentang Troubleshooting Jaringan serta Pemecahan Masalah pada LAN yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf dan semoga bermanfaat.

Minggu, 23 Desember 2018

Pengertian, Tahap Pembentukan Tim Kerja Proyek

Pengertian, Tahap Pembentukan Tim Kerja - Pada kurikulum 2013 di pelajaran produktif TKJ banyak sekali dibentuknya klompok untuk kegiatan pembelajaran, tujuanya adalah berkerja sama untuk memecahkan suatu masalah pelajaran dengan berinteraksi dengan satu sama lain. Tentunya untuk melatih kerjasama antar kelompok, bersosialisasi satu sama lain, dan belajar untuk berorganisasi. Salah satu pembelajaran yang ada dikelas 12 diproduktif TKJ adalah kerja proyek.

Pengertian, Tahap Pembentukan Tim Kerja Proyek

Pada bab pertama kerja proyek adalah pembahasan mengenai pembentukan tim kerja.

Pengertian Tim Kerja Menurut Beberapa Tokoh Ahli

A. Stephen Timoti : Tim kerja adalah kelompok yang usaha individualnya menghasilkan kinerja lebih tinggi daripada jumlah masukan individualnya.
B. Allen : Tim kerja adalah seseorang yang sporty, sensitive dan senang bergaul, serta mampu mengenal aliran emosi yang terpendam di tim dengan sangat jelas
C. Daft : Sebuah unit yang terdiri dari 2 orang atau lebih yang berinteraksi dan mengkordinasi pekerjaan mereka untuk menyelesaikan sebuah tugas yang spesifik.
D. Katzenbach & Smith : Sekelompok kecil orang dengan ketrampilan yang saling melengkapi yang berkomitmen untuk maksud bersama.
E. Hunshaker : Kelompok dengan ketrampilan yang saling melengkapi dan berkomitmen untuk mencapai tujuan bersama secara efektif dan efisien.

Alasan Membentuk Tim Kerja

- Rasa aman
- Status dan harga diri
- Interaksi dan avilasi
- Pencapaian tujuan
- Kekuasaan

Tahap Pembentukan Tim Kerja

A. Forming (Pembentukan)
Fase awal dimana keadaan ketidakpastian akan tujuan struktur, dan kepemipinan kelompok harus dihadapi. Fase ini berakhir saat para anggota berfikir diri mereka adalah bagian dari suatu kelompok.
B. Storming (Merebut Hati)
Fase dengan adanya konflik intra kelompok, anggota menerima keberatan kelompok tapi menolak pengendaian kelopok oleh individu tertentu. Fase selesai jika didapatkan hirarki kepemimpinan yang jelas dalam kelompok.
C. Norming (Pengaturan Norma)
Fase ini menggambarkan adanya perkembangan hubungan dan kelompok menunjukan adanya kohesi (kepaduan). Fase akan berakhir dengan adanya struktur kelompok yang semakin solid dan terjadi perumusan yang benar dan diterima atas berbagai harapan serta perilaku kelompok.
D. Performing (Melaksanakan)
Fase yang memperlihatkan kelompok berjalan degan baik dan diterima oleh anggota. Jadi energi kelompok sudah bergerak dari tahap saling mengenal dan saling mengerti tugas yang ada.
E. Anjourning (Pengakhiran)
Fase terakhir yang ada pada kelompok dan bersifat temporer, yang didalamnya tidak lagi berkenaan dengan pelaksanaan tugas tetapi dengan berakhirnya serangkaian kegiatan.

Masalah Utama Dinamika Tim Kerja 

A. Kepemimpinan
Masalah kepemimpinan bersifat strategis karena dapat menentukan efektif tidaknya proses kelompok.
B. Pengambilan keputusan dan pemecahan masalah
Merupakan inti dari tugas atau misi kelompok, pengambilan keputusan didalam praktek kelompok biasanya lebih banyak mengalami kesulitan.
C. Komunikasi
Komunikasi adalah beberapa individu yang saling berinteraksi, sehingga komunikasi memegang peran sentral.
D. Konflik
Perbedaan kepentingan dan harapan didalam kelompok bisa jadi tidak dapat dihindari. Hal ini dpat berpotensi menyebabkan konflik ehingga sasaran yang ditetapkan gagal dicapai atau bahkan dapat memecahkan kelompok itu sendiri.

Kriteria Anggota Tim Kerja

A. Analisis pekerjaan 
Suatu proses untuk menentukan isi suatu pekerjaan, sehingga pekerjaan dapat dijelaskan kepada orang lain.
B. Rekrutmen, seleksi dan orientasi
C. Produktifitas
Mengandung arti sebagai perbandingan antara hasil yang dicapai (output) dengan seluruh sumber daya yang digunakan (input)
D. Pelatihan dan pengembangan 
E. Prestasi kerja
F. Kompensasi
G, Perencanaan karir

Nah itu tadi adalah pembahasan tentang Pembentukan tim kerja semoga bermanfaat

Sabtu, 22 Desember 2018

Pengertian, Fungsi, Hasil, dan Tahap Audit Server

Pengertian, Fungsi, Hasil Dan Tahap Audit Server - Seorang Admin Jaringan bertanggung jawab dalam mengetahui dan mengelola segala aktivitas yang terjadi  di dalam suatu jaringan. Kegiatan yang dilakukan admin tersebut disebut dengan Administrasi Jaringan. Administrasi jaringan meliputi segala kegiatan yang dilakukan oleh admin  jaringan untuk menjaga keadaan jaringan tetap dalam kondisi yang baik. Namun ada kalanya suatu saat pihak pihak yang berkepentingan akan menanyakan suatu bukti untuk mengetahui keadaan suatu jaringan apakah telah sesuai dengan yang telah ditetapkan. 

Pengertian, Fungsi, Hasil, dan Tahap Audit Server

Maka dari itu seorang admin jaringan pasti memerlukan suatu alat atau acuan untuk memberikan bukti yang autentik tentang jaringan yang dikelolanya. Nah, Audit Server merupakan cara penyelesaiannya. Lalu, apa itu  sebenarnya Audit Server? Disini saya akan memberikan sedikit ulasan tentang Audit Server. Berikut ulasannya.

Pengertian Audit Server

Audit adalah suatu proses yang dilakukan untuk memperoleh bukti secara objektif tentang persyaratan persyaratan mengenai kegiatan dan kejadian yang telah ditetapkan untuk menentukan tingkat kesesuaianya kemudian menyampaikan hasil hasilnya kepada pihak yang berkepentingan.

Jadi disini bisa kita simpulkan bahwa Audit Server adalah proses yang dilakukan terhadap suatu server jaringan dimana hal ini bertujuan untuk menentukan tingkat kesesuaian antara keadaan server jaringan tersebut dengan persyaratan persyaratan yang  telah ditetapkan sebelumnya kemudian hasilnya disampaikan kepada pihak yang berkepentingan.

Istilah Audit server sering digunakan untuk memberikan penjelasan tentang 2 jenis aktivitas yang berbeda, sebagai berikut:
  • Tentang proses pengkajian ulang.
  • Tentang evaluasi pengendalian internal di sebuah sistem pemrosesan data elektronik.

Fungsi Audit Server

Fungsi audit server dapat dibagi dalam beberapa tipe yang terdapat dalam paket GAS (Generalized Audit Software), diantaranya:
  • Memisahkan data dengan file.
  • Perhitungan dengan data.
  • Perbandingan dengan data.
  • Meringkas data.
  • Meneliti data.
  • Menyusun kembali data.
  • Mengumpulkan data statistik.
  • Mencetak konfirmasi tentang analisis, permintaan dan lain-lain.

Hasil Audit Sever

Hasil Audit Server Meliputi :
  • Dapat memonitor segala perubahan yang terjadi pada konfigurasi keamanan jaringan.
  • Dapat mengetahui siapa saja yang membuka file tertentu.
  • Dapat memonitor kegiatan dari sejumlah user yang terhubung dengan jaringan.
  • Dapat menyimpan aktivitas Login dan Logout user dalam jaringan berdasarkan waktu dan tanggal.
Pengertian, Fungsi, Hasil, dan Tahap Audit Server

Tahap Tahap Audit Server

Tahap tahap dalam Audit Server dapat dibagi menjadi 4 tahap sebagai berikut:
1. Tahap Perencanaan Audit
Tahap ini bertujuan agar seorang auditor dapat memperoleh informasi mengenai asal usul informasi atas data yang akan diaudit.

2. Tahap Survei Persiapan
Tahap ini membantu auditor untuk mengidentifikasi area permasalahan, area sensitif dan operasi yang rumit.

3. Tahap Audit Yang Terperinci
Meliputi:
  • Organisasi pengelola informasi
  • Kebijakan dan kerja SDM
  • Operasi komputer
  • Pertimbangan untuk pengembangan sistem
  • Pengoperasian sistem aplikasi

4. Pelaporan
Pembuatan laporan yang nantinya laporan tersebut akan dibagi bagikan kepada manajemen dan panitia audit perusahaan.

Cara Mengaudit Server

1. Pendekatan Bottom Up
Pendekatan ini maksudnya melakukan audit server dengan cara melakukan pendekatan dimulai dari identifikasi Layer OSI terendah (Physical Layer) ke tertinggi (Application Layer).

2. Pendekatan Top-Down
Pendekatan ini kebalikan dari pendekatan Bottom Up dimana identifikasi dimulai dari yang tertinggi (Application Layer) menuju yang terendah (Physical Layer).

Sekian penjelasan yang dapat saya paparkan tentang Pengertian, Fungsi, Hasil, dan Tahap Audit Server. Apabila ada kesalahan mohon dimaafkan.

Jumat, 21 Desember 2018

Macam Macam Komponen Prosesor (Processor)

Macam Macam Komponen Prosesor - Semakin berkembangnya era digital kita sering menemukan alat yang bernama komputer, tapi tau gak sih perbedaan komputer satu dengan yang lain? Yap betul banget beberapa perbedaan yaitu  merek dan spesifikasi. Salah satunya nih yang dicari adalah prosesor atau CPU. Apalagi para gemers atau editor, selain merek mereka juga mencari spesifikasi yang mumpuni. Alasanya tentu untuk mempermudah pekerjaan mereka, sebelum membeli mereka akan mereview terlebih dahulu spesifikasi computer yang akan dibeli, salah satunya processor tau gak sih apa itu CPU atau processor? Kesempatan kali ini kita bahas yuk apa sih itu prosesor

Macam Macam Komponen Prosesor (Processor)

CPU atau processor adalah komponen terpenting dari system computer untuk mengolah data berdasarkan instruksi-instruksi yang diberikan. Komponen kecil ini adalah inti dari computer atau bisa disebut sebagai otak computer dan komponen inilah seluruh perhitungan sistematis yang sangat sulit dilakukan maka dari itu kecepatan, kehandalan dan kompabilitas computer  ditentukan oleh processor. 

Prosesor dapat dibedakan dari beberapa jumlah data busnya. Misalnya ada prosesor 8 bit, berarti processor memiiki 8 data bus. Ada beberapa produsen processor contohnya AMD, intel, cyrix dan winchip IDT. 

#Fungsi processor
Menjalankan program-program yang disimpan dalam memori utama dengan cara mengambil dan menguji instruksi-instruksi tersebut dan mengeksekusinya satu-persatu sesuai alur perintah.

Macam Macam Komponen Procesor

CPU tersusun dari bebrapa komponen yaitu:

A. Arithmetic and logic unit (ALU)

Bertugas untuk membentuk fungsi pengolahan data aritmatika dan logika pada komputer. ALU atau sering disebut dengan mesin bahasa (machine language) karena mengerjakan intruksi bahasa mesin. ALU terdiri dari dua bagian yaitu unit arithmetika dan unit logika Boolean yang masing-masing memiliki spesifikasi tugas tersendiri.

B. Control unit (CU)

Bertugas untuk mengontrol operasi CPU dan secara keseluruhan mengontrol computer sehingga terjadi sinkronisasi kerja antar komponen dalam menjalankan fungsi operasinya serta mengabil intruksi dari memori utama dan menentukan jenis intruksi tersebut.
Tugas dari CU adalah sebagai berikut:

  • Mengatur dan mengendalikan alat output dan input
  • Mengabil instruksi dari memori utama
  • Mengambil data dari memori utama 
  • Mengirim instruksi ke ALUbia ada perhitungan arithmetika atau perbandingan logika serta mengawasi kerja
  • Menyimpan hasil proses ke memori utama 


C. Register

Media penyimpanan interna CPU yang digunakan saat proses pengoalahan data. Memori ini bersifat sementara yang digunakan untuk menyimpan data saat diolah atau untuk pengolahan selanjutnya.

D. CPU interconnection

Sistem koneksi dan bus yang menghubungkan komponen internal CPU yaitu ALU, unit control, dan register dengan bus-bus external CPU yang menghubungkan dengan sistem lainya seperti memori utama sebagai piranti masukan dan keluaran.

Macam Macam Komponen Prosesor (Processor)

Hal-hal yang dilakukan CPU adalah sebagai berikut:

  • Fetch instruction ( mengambil instruksi) yaitu CPU membaca instruksi memori
  • Interpret instruction (menerjemahkan instruksi) yaitu CPU menerjemahkan instruksi untuk menentukan langkah selanjutnya
  • Fetch data( mengambil data) yaitu eksekusi instruksi yang mungkin memerukan pembacaan data dari memori data atau modul I/O
  • Process data ( mengolah data ) yaitu eksekusi instruksi yang memerlukan operasi arithmetik 
  • Write data ( menulis data ) yaitu hasil eksekusi yang mungkin memerlukan penulisan data ke memori atau ke modul I/O

Jadi itulah pembahasan singkat mengenai Macam Macam Komponen CPU atau Procesor secara umum semoga dapat dipahami dengan mudah. Nah cukup sekian ya pembahasan kali ini semoga bermanfaat.