Minggu, 30 Desember 2018

Pengertian Bagian - Bagian Prosesor Beserta Tugasnya

Pengertian Bagian - Bagian Prosesor Beserta TugasnyaBagian bagian Prosesor – kali ini saya akan membahas apa saja bagian-bagian prosesor beserta penjelasanya. Prosesor merupakan komponen utama komputer atau bisa dikatakan sebagai otak komputer karena tanpa ada prosesor, komputer tidak akan berjalan. Di dalam prosesor terdapat beberapa bagian yang memiliki tugas masing-masing. Bagian prosesor antara lain : Control Unit (CU), Arithmetic and Logical Unit (ALU), Register, CPU Interconnection.

Processor adalah komponen utama pada komputer yang bertugas mengontrol seluruh aktivitas komputer. Prosesor menjalankan beberapa tugas diantaranya perhitungan, mengeksekusi tugas, dll. Tugas prosesor memang berat sehingga prosesor mudah panas, maka prosesor membutuhkan thermal paste dan heatsink agar prosesor etap dingin. Prosesor memiliki beberapa bagian yang saling bekerja sama dalam menjalankan tugasnya. Berikut adalah bagian – bagian prosesor.

Bagian – Bagian Prosesor

#1 Control Unit (CU)

Control unit merupakan bagian prosesor yang bekerja mengontrol jalanya tugas komputer. Bagian ini memiliki peranan penting dalam mengontrol seluruh perangkat yang terhubung dengan komputer. Selain itu, control unit juga berfungsi melakukan sinkronisasi antar perangkat.

Control Unit (CU) memiliki tanggung jawab dalam menentukan bagaimana memproses perintah. Contoh kasus Control Unit mengambil perintah arithmetic dari register dan diberikan kepada ALU untuk diproses. Setelah ALU selesai memproses perintah, hasilnya diambil oleh CU lalu dikirimkan kembali pada Register untuk ditampilkan kepada user.

Kesimpulan Tugas-Tugas Control Unit (CU)

  • Mengontrol jalannya komputer
  • Mengontrol antara perangkat satu dengan perangkat lainya
  • Mengambil Intruksi di memori utama
  • Mengirimkan perintah ke ALU, apabila ada perintah perhitungan aritcmetic
  • Mengawasi kerja ALU
  • Mengirimkan hasil proses dari ALU ke Register


#2 Arithmetic Logic Unit (ALU)

ALU merupakan bagian prosesor yang berfungsi sebagai otak penghitung operasi komputer. ALU dapat mengerjakan tugas perhitungan aritmatika dan logika, Oleh karena itu ALU dibagi menjadi 2 bagian yaitu Unit Arithmetic dan Unit Logic. ALU melakukan perngerjaan berdasarkan perintah yang diterima terlebih dahulu.

Tugas – Tugas Arithmetic Logic Unit (ALU)

  • Melakukan perhitungan aritmatika (Penjumlahan, Pengurangan, Perkalian, Pembagian)
  • Melakukan perhitungan kode biner (Konversi)
  • Melakukan perbandingan (Lebih dari, kurang dari, sama dengan, lebih dari sama dengan, kurang dari sama dengan)


#3 Register

Register merupakan alat penyimpanan yang memiliki kecepatan sangat tinggi. Register berfungsi untuk menyimpan perintah yang sedang diproses. Register hampir sama dengan RAM yaitu bersifat sementara, yang membedakan adalah jika Ram menyimpan perintah yang hendak dikerjakan, sedangkan register menyimpan perintah yang sedang dikerjakan.

Agar mudah memahaminya kita bisa mengibaratkan register sebagai ingatan dan CPU sebagai otak yang menyimpan ingatan. Hasil proses otak akan berpengaruh ke seluruh organ tubuh. Sama halnya komputer, prosesor menjadi satuan untuk menjalankan seluruh perangkat yang terhubung dengan komputer.

Kesimpulan Tugas Tugas Register

  • Menyimpan perintah yang sedang diproses
  • Menampilkan hasil proses ke interface
  • Apabila ada perintah aritmatika atau logika, perintahnya diberikan kepada ALU terlebih dahulu dengan bantuan CU.


#4 CPU Interconnection

CPU Interconnection adalah bagian prosesor yang menghubungkan Control Unit (CU), Arithmetic Logic Unit (ALU), Register dan Bus-bus yang menghubungkan dengan sistem lainya. Register juga menghubungkan prosesor dengan piranti input dan output.

Sekian Artikel saya kali ini tentang bagian bagian prosesor, semoga bermanfaat. Jangan lupa kunjungi terus wesite ini nandaAJG. Semakin banyak kunjungan di blog sederhana ini akan membuat saya semakin semangat update artikel menarik lainya.

Sabtu, 29 Desember 2018

Kelebihan dan kekurangan Cloud Computing beserta Penjelasan

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing – Kali ini saya akan membahas apa saja kelebihan dan kekurangan cloud computing beserta pengertian cloud computing. Mungkin kata Cloud Computing masih awam, bahkan belum pernah mendengarnya. Namun dalam perusahaan, cloud computing sudah dijadikan sebagai fitur penting yang harus dimiliki perusahaan apalagi perusahaan yang bergerak di bidang IT. Seiring perkembangan jaman penggunaan cloud computing semakin menyebar luas. Saya yakin bahwa sobat pernah menggunakan fitur cloud computing namun tidak menyadarinya.

Kelebihan dan kekurangan Cloud Computing beserta Penjelasan

Cloud Computing bila kita terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Komputasi Awan. Secara umum Cloud Computing adalah pemanfaatan teknologi yang dapat memungkinkan client dapat mengakses layanan yang diberikan server asalkan client terhubung ke jaringan internet. Dibalik keunggulaan cloud computing terdapat kelemahan yang cukup berbahaya yaitu serangan hacker. Ya, karena cloud computing menggunakan koneksi internet maka menimbulkan celah keamanan yang dimanfaatkan hacker untuk mengambil data pengguna.


Dari namanya kita bisa mendefinisikan “Cloud” artinya awan, dalam dunia IT awan diartikan sebagai internet. Nah, dalam cloud computing, Internet disini dijadikan sebagai perantara client dengan server. “Computing” artinya Komputasi/menjalankan tugas komputer. Jadi “Cloud Computing” adalah menjalankan tugas komputer dengan perantara internet. Gimana ? tambah bingung ya ? oke saya akan memberikan contoh kasusnya.

Contoh kasus penggunaan Cloud Computing
Saya mendadak mendapat tugas untuk membuat spanduk, namun dikomputer saya belum terinstall aplikasi photoshop. Kalo mau diinstall dulu akan membutuhkan waktu lama sedangkan deadlinenya mepet. Nah, Pemecahan masalah yang paling bagus adalah menggunakan cloud computing, jadi saya mengakses website photoshop untuk menjalankan aplikasi photoshop tanpa harus menginstall di komputer. Syaratnya Cuma satu yaitu mempunyai koneksi internet. Berikut adalah link website penggunaan cloud computing https://www.photoshop.com/tools. Sekarang harusnya sudah paham dong apa itu cloud computing.

Owh iya, Cloud Computing tidak hanya tentang software namun cloud computing juga digunakan sebagai penyimpanan data. Jadi kita membackup penyimpanan hardisk ke server cloud computing. Jika tiba-tiba hardisk kita rusak, data yang berada di harddisk masih bisa diakses asalkan komputer terhubung dengan Internet.

Kelebihan dan Kekurangan Cloud Computing

Kelebihan Cloud Computing

1. Mudah Diakses
Data terpusat pada server sehingga pengguna dapat mengakses kapanpun dan dimanapun asalkan terhubung dengan internet.

2. Murah
Cloud computing tergolong hemat karena tidak membutuhkan hardware khusus. Selain itu cloud computing juga tidak membutuhkan maintanance.

3. Ramah Lingkungan
Teknologi cloud computing tidak membutuhkan banyak perangkat keras sehingga dapat menghemat tempat. Disisi lain cloud computing dapat meminimalisir penggunaan listrik, tentunya akan berdampak positif pada lingkungan.

4. Fleksibel
Dapat melakukan self-provisioning. Self-Provisioning adalah fitur cloud computing yang berfungsi menambahkan kapasitas penyimpanan data secara otomatis dalam waktu singkat. Dengan adanya fitur ini perusahaan tidak perlu menambahkan jumlah komputer.

5. Menciptakan lapangan kerja baru
Application developer dan praktisi yang bergerak di bidang IT dapat membuka jasa pengembangan teknologi cloud computing.

6. Penggunaan
Karena hanya menggunakan internet, penggunaan layananan perusahaan mengalami peningkatan yang signifikan.

7. Bagi pengguna (User)
User tidak mengkhawatirkan kerusakan atau trouble. Karena sepenuhnya diatasi oleh pihak perusahaan, atau jasa praktisi yang telah disewa.

8. Bagi Perusahaan
Aplikasi atau layanan yang dimiliki terdistribusi dengan baik. Lebih efektif digunakan pada era modern seperti sekarang ini.

9. Bagi Pebisnis di bidang infrastruktur
Penggunaan bandwidth internet meningkat karena semua kegiatan cloud computing menggunakan koneksi internet. Sehingga menciptakan peluang besar bagi pelaku bisnis yang menyediakan koneksi internet.

Kekurangan Cloud Computing

1. Tergantung Pada koneksi Internet
Internet memiliki peran penting atas berlangsungnya kerja cloud computing. Apabila koneksi internet mati maka cloud computing tidak bisa dijalankan.

2. Data rawan hilang
Kurang aman karena data pengguna (user) ditempatkan pada hosting yang digunakan bersama-sama dengan pengguna lainya. Sehingga data mudah diretas oleh hacker.

3. Kurangnya pemahaman user
Banyak sekali yang belum mengetahui teknologi ini karena minimnya pelatihan atau seminar IT yang membahas cloud computing.

4. Sistem Backup buruk
Ketika data pengguna hilang, kemungkinan data tersebut kembali sangat kecil. Bahkan data yang hilang tidak akan kembali.

Nah, itulah kelebihan dan kekurangan cloud computing yang telah penulis paparkan. Semoga artikel ini bermanfaat. Kunjungi terus blog ini, masih banyak lagi artikel baru yang akan penulis jabarkan secara rinci.

Perbedaan Protocol TCP dan UDP beserta Karakteristik

Pengertian, Karakteristik, Perbedaan Protocol TCP dan UDP - Sebuah Jaringan Komputer sebenarnya sama seperti sebuah Sekolah. Sekolah menyediakan hubungan keterkaitan antara anggota satu dengan yang lain seperti hubungan guru dan murid yang mana guru bertanggung jawab untuk memberikan ilmu yang dibutuhkan murid dan murid juga datang ke sekolah untuk menimba ilmu dari sang guru. Hubungan antara murid dan guru di jaringan komputer juga ada yaitu Server, dimana dalam suatu jaringan ia bekerja sama halnya guru yaitu memberi layanan apa yang dibutuhkan oleh  murid yaitu Client yang meminta layanan darinya.Nah sama juga dengan sebuah sekolah yang memiliki peraturan yang disebut tata tertib sekolah Jaringan Komputer juga memiliki aturan yang disebut Protocol.

Perbedaan Protocol TCP dan UDP beserta Karakteristik
Lantas apa itu Protocol? Protocol adalah sebuah aturan atau standar yang mengijinkan beberapa komputer untuk saling terhubung dan melakukan perpindahan data. Contoh dari Protocol Jaringan Komputer yang paling sering kita dengar adalah Protocol TCP dan UDP. Nah pada bahasan kali ini kita akan membahas tentang Protocol TCP dan UDP. Mari simak ulasannya berikut.

TCP (Transmission Control Protocol)

Merupakan sebuah protocol dalam jaringan komputer yang berada pada Lapisan Transport yang mana protocol ini menyediakan komunikasi yang handal (Realible) dan mempunyai urutan yang rapi. Jadi saat komputer sumber akan mengirim data ke komputer tujuan melalui protocol TCP maka pengiriman harus berdasarkan koneksi,dimana pada saat pengiriman data akan terjadi proses tanya jawab jika ada data yang belum terkirim atau hilang maka data tersebut akan dikirim ulang.

Karakteristik TCP:

  • Realible (dapat diandalkan).
  • Data dijamin urut.
  • Menggunakan mekanisme Handshake.

Aplikasi yang menggunakan Protocol TCP:
  • HTTP (Hypertext Transfer Protocol).
  • HTTPS (Hypertext Transfer Protocol Secure).
  • SMTP (Simple Mail Transfer Protocol).
  • POP3 (Post Office Protocol 3).
  • SSH (Secure Shell).

UDP (User Datagram Protocol)

Merupakan protocol pengiriman data yang berada pada Lapisan Transport dimana protocol ini tidak dapat diandalkan (Unrealible) dan bersifat Connectionless Oriented. Maksudnya yaitu suatu paket data yang dikirim melalui protocol UDP dari komputer sumber ke komputer tujuan tanpa berdasarkan koneksi jadi apabila ada data yang tidak terkirim atau hilang pada saat pengiriman, UDP tidak menyediakan koreksi kesalahan.

Karakteristik UDP:

  • UDP menyediakan mekanisme proses tertentu terhadap suatu host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP.
  • Tidak berdasarkan koneksi (Connectionless Oriented).
  • Pengirim harus membuat datagram dahulu sebelum pengiriman dan mengirimkan datagram tersebut ke proses yang dituju.
  • Penerima harus menguraikan paket datagram yang dikirimkan oleh pengirim untuk mengetahui informasi yang dikirimkan.

Aplikasi yang menggunakan UDP:
  • DNS (Domain Name System)
  • SNMP (Simple network Mail Protocol)
  • SunRPC

Perbedaan Antara TCP dengan UDP

TCP UDP
Pengiriman berbasis koneksi Pengiriman tidak berbasis koneksi (Connectionless Oriented)
Dapat diandalkan (Realible) Tidak dapat diandalkan (Unrealible)
Data dijamin urut Pengiriman data secara terus menerus dengan tidak peduli apakah data diterima atau tidak yang penting data telah dikirimkan
Menyediakan Flow Control Mengutamakan aspek kecepatan
Apabila ada data yang belum dikirim atau hilang data akan dikirm ulang Apabila ada data yang tidak terkirim atau hilang, maka protocol tidak akan mengirim ulang data

Sekian bahasan seputar Perbedaan Protocol TCP dan UDP. Terimakasih telah membaca dan semoga bermanfaat.

Jumat, 28 Desember 2018

Macam macam Jaringan Komputer

Macam macam Jaringan Komputer - Jaringan komputer secara definisi adalah sekumpulan atau himpunan interkoneksi sejumlah komputer autonomous atau kumpulan beberapa komputer dan perangkat ain seperti hub, printer, switch danperangkat lainnya yang saling terhubung satu sama lain melalui media perantara.
Macam macam Jaringan Komputer

Keuntungan jaringan komputer
1. Kemampuan resources sharing, yaitu kemampuan berbagi sumber daya berupa software maupun hardware yang terdapat dan terhubung dalam komputer tersebut.
2. Meningkatkan efesien dan meningkatkan produktivitas para pengguna komputer
3. Memudahkan control terhadap penggunaan perangkat komputer yang terdapat dalam jaringan

Jenis jenis jaringan komputer dibagi berdasarkan beberapa klasifikasi yaitu berdasarkan area atau skala, media penghantar dan fungsi alat.

Macam Macam Jaringan Komputer

A. Berdasarkan area atau skala  

#1 LAN (local area network) yaitu maencangkup satu satu gedung dalam satu area local
#2 MAN (metropolitan area network) yaitu mencangkup beberapa gedung di beberapa area atau wilayah dalam satu kota
#3 WAN (wide area network) yaitu mencangkup beberapa benua atau negara
#4 INTERNET yaitu mencangkup seluruh dunia dapat saling terhubung


B. Berdasarkan media penghantar

#1 Wire network 
Jaringan komputer yang menggunakan kabel sebagai media penghantarnya, kabel yang digunakan umumnya menggunakan bahan dasar tembaga. Ada juga jenis kabel yang menggunakan serat optic atau fiber optic. Biasanya bahan tembaga banyak digunakan pada jaringan LAN, sedangkan untuk jaringan MAN atau  WAN menggunakan gabungan kabel tebaga dan serat optic.

#2 Wireless network
Jaringan coputertanpa kabe atau menggunakan media penghantar gelombang elektromagnetik atau radio. Frekuensi yang digunakan pada radio untuk jaringan komputerbiasanya menggunakan frekuensi tinggi yaitu 2,4GHZ dan 5,8 GHZ. Sedangkan infrared memiliki jangkauan yang pendek serta terbatas yang melibatkan dua buah perangkat atau disebut dengan point to point  sehingga infrared tidak sepopuler gelombang radio.

C. Berdasarkan fungsi alat

#1 Client server
Jaringann komputer yang salah satu komputer difungsikan sebagai server dan lainya menjadi client. Server melayani serta memberikan layanan yang diminta oleh client, layanan yang diberikan bisa berupa akses web, email, file, dan lain-lain.

Adapun bentuk pelayanan yang diberikan komputer server yaitu
a. Disk sharing yaitu penggunaan kapasitas disk secara bersama-sama pada komputer client
b. Print sharing  yaitu berupa penggunakan printer secara bersama-sama
c. Penggunakan data dan system aplikasi yang ada secara bersaaan
d. Mengatur keamanan jaringan dan data dalam jaringan
e. Mengatur dan mengontrol hak dan waktu akses perangka-perangkat yang ada dalam jaringan.

Komputer client disebut juga workstation yaitu  koputer dimana pengguna jaringan dapat mengakses dan memanfaatkan pelayanan yang diberikan oleh komputer server
Baca Juga : Troubleshooting Jaringan dan Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN

#2 Peer to peer
Jaringan komputer dimana setiap komputer bisa menjadi server sekaligus menjadi client, setiap komputer dapat menerima dan memberikan akses dari satu komputer ke komputer yang lain. Pada jaringan peer to peer setiap komputer yang terhubung pada jaringan dapat berkomunikasi dengan komputer lain tanpa melalui perantara. Jadi sumber daya komputer terbagi pada seluruh komputer yang terhubung dalam jaringan baik sorfware maupun hardware.

#3 Hybrid network
Jaringan komputer yang dibentuk dari berbagai topologi dan teknologi. Contohnya sebuah pengambian alihan suatu perusahaan sehingga ketika digabungkan maka teknologi yang berbeda harus digabungkan dalam network tunggal. Sebuah hybrid network memiliki semua karakteristik dari topologi yang terdapat dalam jaringan tersebut.

Nah itu tadi penjelasan tentang jaringan komputer, ternyata banyak dan luas  banget kan. Semoga penjeasan tadi bisa dipahami dan bermanfaat ya

Kamis, 27 Desember 2018

Pengertian, Tujuan, Macam Macam Monitoring Jaringan

Pengertian,Tujuan, Tahapan, Macam Macam Dan Contoh Aplikasi Monitoring Jaringan Komputer - Seorang Admin Jaringan memiliki tanggung jawab dalam merawat dan menjaga jaringan agar tetap dalam kondisi yang maksimal. Keseluruhan kondisi dan aktivitas jaringan harus diketahui dan terkontrol oleh seorang Admin Jaringan. Untuk melakukan tugas tersebut admin akan melakukan suatu proses yang disebut sebagai Monitoring Jaringan. 

Pengertian, Tujuan, Macam Macam Monitoring Jaringan
Monitoring Jaringan dilakukan oleh Admin Jaringan untuk selalu mengawasi segala aktivitas yang dilakukan jaringan. Nah,  apa kalian sudah paham sebenarnya apa sih monitoring jaringan? mungkin dari awalan  saya diatas kalian pasti sudah ada sedikit gambaran mengenai Monitoring Jaringan dimana monitoring ini merupakan suatu langkah mengawasi jaringan. Namun untuk lebih jelasnya saya akan memberikan sedikit ulasan pengetahuan saya seputar Monitoring Jaringan. Mari kita simak ulasannya.

Pengertian Monitoring Jaringan

Monitoring jaringan adalah suatu proses mengumpulkan dan menganalisa data data yang ada dalam suatu lalu lintas jaringan dengan tujuan memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada pada Jaringan Komputer tersebut.

Lalu kenapa admin harus melakukan Monitoring Jaringan? Nah ini dia alasan utama kenapa admin harus melakukan Monitoring Jaringan:
  1. Dapat menjaga stabilitas jaringan karena kondisi jaringan selalu terpantau oleh admin sehingga apabila suatu saat jaringan dalam keadaan yang abnormal dapat segera ditangani oleh admin.
  2. Mempermudah dalam pengawasan jaringan yang memiliki jumlah mesin ( host) yang besar.
  3. Membantu admin utuk lebih mudah mendeteksi kesalahan pada jaringan, gateway, server maupun user.
  4. Mempermudah dalam pembuatan dokumentasi jaringan.

Fungsi Monitoring Jaringan

Monitoring jaringan dilakukan dengan tujuan untuk mengumpulkan segala informasi yang berguna yang nantinya dapat digunakan untuk mengontrol dan mengatur jaringan komputer dengan  informasi yang telah terkumpul tersebut. Selain memiliki tujuan, Monitoring Jaringan juga memiliki banyak fungsi, sebagai berikut :
  1. Membantu dan mempermudah admin jika ingin mendesain ulang jaringan.
  2. Mengatur flow kontrol data dan paket yang berlalu lintas dalam jaringan.
  3. Membantu admin untuk dapat mengetahui aktivitas yang berlangsung dalam jaringan.
  4. Mampu menganalisa kinerja jaringan komputer untuk membantu admin mengetahui berbagai informasi mengenai kinerja jaringan seperti kecepatan akses dan koneksi jaringan ke internet.
  5. Mengamati sistem keamanan jaringan sehingga apabila pada saat monitoring admin melihat ada kelemahan pada sistem keamanan tersebut kelemahan tersebut dapat cepat diperbaiki.


Tahapan Monitoring Jaringan

Secara garis besar tahapan Monitoring jaringan hanya terbagi dalam 3 tahapan, yaitu:
1. Tahap Pengumpulan
Pada tahap ini terdapat proses pengumpulan data monitoring yang terdapat pada jaringan.
2. Tahap Analisis
Proses analisis data monitoring dalam jaringan.
3. Tahap Menampilkan Hasil
Tahap ini akan menampilkan data hasil monitoring yang telah dilakukan. 

Macam Macam Monitoring Jaringan

Berdasarkan teknik yang digunakan Monitoring Jaringan dapat dibedakan menjadi 2 macam, yaitu :
1. Connection Monitoring 
Teknik monitoring jaringan dimana teknik ini melakukan monitoring dengan cara uji koneksi seperti tes ping antara monitoring station dan device target dengan tujuan jika koneksi terputus maka dapat segera diperbaiki.
2. Traffic Monitoring 
teknik monitoring jaringan yang mana teknik ini menggunakan paket aktual dan kemuadian menghasilkan laporan berdasarkan traffic jaringan tersebut.

Contoh Aplikasi Monitoring jaringan

  • Nmap
  • Wireshark
  • Look@LAN
  • Angry IP Scanner
  • Dude

Sekian bahasan saya seputar Monitoring Jaringan.Terima kasih telah membaca dan Semoga bermanfaat.

Selasa, 25 Desember 2018

Bagian dan Jenis Hardisk Lengkap

Bagian dan Jenis Hardisk Lengkap - Pada kesempatan kali ini kita mau bahas tentang salah satu perangkat penyimpanan pada computer yaitu hardisk. Yap hardisk adaah salah satu perangkat penyimpanan pada computer untuk menyimpan system operasi sekaligus data. Oleh karena itu kapasitas hardisk sangat besar mulai dari 500 MB (mega byte) hingga 1 TB (tera byte). Langsung aja yuk kita bahas

Bagian dan Jenis Hardisk Lengkap

Pengertian Hardisk

Hardisk adalah hardware atau perangkat keras sebagai penyimpanan permanent pada computer berupa piringan magnetic yang berputar. Disk atau piringan magnetic berputar dengan kecepatan yang tinggi dimana kepala magnetic bergerak berfungsi untuk menulis dan membaca data. Dalam penyimpanan hardisk menggunakan satuan byte diantaranya
1 TB = 1024 GB (Giga Byte)
1 GB = 1024 MB (Mega Byte)
1 MB = 1024 KB (Kilo Byte)
1 KB = 1024 Byte

Bagian-bagian Harddisk

Bagian dan Jenis Hardisk Lengkap

1. Platter 

Sebagai tempat penyimpanan data yang dilengkapi dengan track dan sector sehingga hardisk tidak sesuai dengan yang tertera pada spesifikasinya dan akan lebih sedikit pada aslinya karena track dan sector menyimpan ID pengenal untuk format hardisk.

2. Spindle

Berupa poros untuk menempatkan dan memutar Platter, kualitas hardisk ditentukan oleh spindle. Semakin besar kecepatan berputar spindle, maka kecepatan akses yang dimiliki hardisk juga semakin cepat.

3. Head

Berfungsi untuk membaca dan menulis hardsik, dimana setiap platter dilengkapi dengan 2 buah head hardisk yang berada diatas dan dibawahnya. Cepat atau ridaknya proses ditentukan oleh kondisi sector pada platter.

4. Logic Board

Sebuah papan utama pada hardisk yang dilengkapi piranti penyimpanan BIOS hardisk agar dapat terhubung dengan motherboard.

5. Actual Axis 

Sebuah media yang menyangga head agar dapat berada diatas dan dibawah platter.

6. Ribbon Cable

Pengubung antara head dengan logic board, dimana data yang dibaca oleh head akan dikirimkan ke logic board yang selanjutnya dikirimkan ke motherboard supaya processor dapat memproses data tersebut sesuai perintah yang dikirimkan. 

7. Setting Jumper

Media pada hardisk untuk menentukan kedudukan hardisk pada BIOS motherboard computer. 

8. Power Konektor 

Berfungsi sebagai sumber arus untuk power supply yang terdapat 2 bagian yaitu tegangan 12 volt untuk menggerakkan mekanik seperti piringan dan head, serta tegangan 5 volt untuk mensuply daya pada logic board agar dapat bekerja mengirim dan menerima data.

Jenis-jenis Hardisk

A. IDE (integrated Drive electronics) 

Standar interface antara bus data motherboard computer dengan disk storage. IDE Interface dibuat berdasarkan IBM PC Industry Standard Architecture (ISA) 16-bit bus.

B. ATA (Andvanced Technology Attachment)

Interface Harddisk yang paling popular dan banyak digunakan pada PC Dekstop atau  Server serta menggunakan teknologi transfer data secara parallel (semua bit data dikirim secara bersamaan).

C. SATA  (Serial Advanced Technology Attachment)

Interface disk ATA  dengan versi serialnya menggunakan kabel tipis yang memiliki total kabel kecil sekitar dua pertiga dari total kabel harddisk dengan tipe EIDE atau ATA disk yang berjumlah 39 pins dan SATA mempunyai kecepatan pengiriman data sangat tinggi serta mengurangi latensi. Sehingga bus serial ini mampu melebihi kecepatan bus parallel.

D. SCSI (Small Computer System Interface)

Standar yang dibuat untuk keperluan transfer data antara computer dan peripheral lainnya.

Sekian pembahasan penyimpanan pada computer berupa hardisk kali ini ya semoga bisa menambah wawasan serta bermanfaat.

Troubleshooting Jaringan dan Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN


Troubleshooting Jaringan dan Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN - Dalam pemeliharaan suatu Jaringan Komputer pasti akan menemukan suatu keadaan dimana Jaringan tidak berjalan sebagaimana semestinya. Nah, pada saat itulah seorang Admin jaringan harus segera menemukan inti masalah pada jaringan tersebut. Kegiatan ini yang dinamakan Troubleshooting Jaringan. 

Troubleshooting Jaringan dan Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN

Apa itu Troubleshooting Jaringan? Sebelum melakukannya kita harus paham hakikat Troubleshooting Jaringan. Selain itu kita juga harus tahu betul bagaimana keadaan jaringan yang dianggap sebagai keadaan normal sebelum terjadi perubahan yang tidak wajar. maka dari itu disini saya akan mengulas tentang hakikat Troubleshooting Jaringan serta Pemecahan Masalah Pada Lapisan LAN. Berikut adalah ulasannya.

Troubleshooting Jaringan

Troubleshooting adalah melakukan serangkaian langkah langkah untuk meminimalisir kesalahan dari satu per satu tahap hingga akhirnya menemukan pokok permasalahan yang harus diperbaiki. Jadi jika diaplikasikan pada jaringan, Troubleshooting Jaringan adalah melakukan serangkaian langkah langkah untuk menemukan permasalahan yang ada pada jaringan dimulai dari satu tahap ke tahap berikutnya hingga akhirnya kita mampu menemukan pokok masalah yang harus kita perbaiki agar jaringan tersebut bisa berjalan sebagaimana semestinya.

Jadi intinya Troubleshooting jaringan itu adalah melakukan kegiatan untuk menganalisa jaringan, menemukan masalah yang terjadi pada jaringan kemudian memperbaiki permasalahannya sehingga jaringan dalam keadaan normal kembali.

Pemecahan Masalah pada Lapisan Fisik LAN

1. Lapisan Fisik LAN

Lapisan Fisik pada Lapisan LAN ini sering kita sebut sebagai Lapisan OSI ( Layer OSI) yang mana terdiri dari 7 Layer. Lapisan Fisik adalah keseluruhan komponen yang membentuk jaringan itu sendiri. Berikut adalah urutan, fungsi serta contoh pada masing masing layer.
LAYER FUNGSI CONTOH
Application (7) Mendukung aplikasi untuk dapat berkomunikasi melalui jaringan SMTP
Presentation (6) Merubah data agar dapat dikenali oleh penerima JPG,GIF,HTTPS
Session (5) Membuat koneksi dan memutuskannya jika seluruh data telah dikirim NetBIOS,PPTP
Transport (4) Mengatur flow control, acknowledgment dan mengirim ulang data apabila diperlukan TCP, UDP
Network (3) Memberikan alamat jaringan pada paket Router, Layer-3 Switch
Data Link (2) Memberikan MAC Address pada paket Switch
Physical (1) Mengirim data melalui media transmisi jaringan Hub, NIC,Kabel

2. Pemecahan Masalah pada Lapisan Fisik LAN

Masalah pada Lapisan Fisik LAN sangat bermacam-macam,bisa pada saat pemasangan/perancangan/pembuatannya semua memiliki potensi membuat masalah pada lapisan fisik LAN. Maka dari itu perlu kita lakukan beberapa kegiatan kegiatan berikut untuk meminimalisir kesalahan pada lapisan fisik pada saat pembangunannya. 
A. Pendokumentasian Jaringan
Pada saat kita membangun sebuah jaringan maka kegiatan Pendokumentasian sangatlah penting kita lakukan karena ini akan memudahkan kita dalam melakukan Troubleshooting Jaringan apabila jaringan terdapat kesalahan. Kegiatan Pendokumentasian Jaringan diantaranya, sebagai berikut:
  • Pemberian identitas pada setiap kabel.
  • Kemudian membuat gambar seluruh kabel yang ada dan terhubung dalam jaringan.
  • Membuat daftar dari seluruh alat yang terhubung dalam port switch dan Hub.
B. Menggunakan Standar Pengkabelan
Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah dalam perbaikan yang dilakukan oleh teknisi yang bukan memasangnya.
Masalah-masalah yang sering terjadi dalam lapisan LAN 
  • Kegagalan Kabel.
  • Kerusakan pada Kabel dan Konektor
  • Gangguan atau kerusakan pada alat penghubung Jaringan yaitu Switch dan Hub.
Sekian bahasan tentang Troubleshooting Jaringan serta Pemecahan Masalah pada LAN yang dapat saya sampaikan. Kurang lebihnya mohon maaf dan semoga bermanfaat.